• Default Language
  • Arabic
  • Basque
  • Bengali
  • Bulgaria
  • Catalan
  • Croatian
  • Czech
  • Chinese
  • Danish
  • Dutch
  • English (UK)
  • English (US)
  • Estonian
  • Filipino
  • Finnish
  • French
  • German
  • Greek
  • Hindi
  • Hungarian
  • Icelandic
  • Indonesian
  • Italian
  • Japanese
  • Kannada
  • Korean
  • Latvian
  • Lithuanian
  • Malay
  • Norwegian
  • Polish
  • Portugal
  • Romanian
  • Russian
  • Serbian
  • Taiwan
  • Slovak
  • Slovenian
  • liish
  • Swahili
  • Swedish
  • Tamil
  • Thailand
  • Ukrainian
  • Urdu
  • Vietnamese
  • Welsh
Hari

Your cart

Price
SUBTOTAL:
Rp.0

Gaza dalam Genggaman? Israel Tingkatkan Cengkeraman. Israel Mengklaim Kendali: Masa Depan Gaza di Ujung Tanduk? Gaza di Bawah Bayang-Bayang Israel: Babak Baru Konflik Dimulai? Dunia Menahan Napas: Israel Bergerak Semakin Dalam ke Gaza. Dominasi Israel di Gaza: Pertanda Apa Bagi

img

Kabarberita.biz.id Hai semoga semua sedang dalam keadaan sehat dan baik-baik saja. Di Momen Ini aku ingin berbagi pengetahuan mengenai Konflik Israel-Palestina, Gaza, Politik Internasional yang menarik. Analisis Mendalam Mengenai Konflik Israel-Palestina, Gaza, Politik Internasional Gaza dalam Genggaman Israel Tingkatkan Cengkeraman Israel Mengklaim Kendali Masa Depan Gaza di Ujung Tanduk Gaza di Bawah BayangBayang Israel Babak Baru Konflik Dimulai Dunia Menahan Napas Israel Bergerak Semakin Dalam ke Gaza Dominasi Israel di Gaza Pertanda Apa Bagi Ikuti penjelasan detailnya sampai bagian akhir.

Pada hari Rabu, 3 April 2025, pemerintah Israel mengumumkan rencana ekspansi besar-besaran operasi militer di Gaza. Langkah ini mencakup perebutan sebagian besar wilayah Gaza untuk dijadikan zona keamanan, disertai dengan evakuasi penduduk sipil secara besar-besaran.

Menteri Pertahanan Israel, Katz, mendesak warga Gaza untuk menyingkirkan Hamas dan membebaskan sandera Israel sebagai satu-satunya cara untuk mengakhiri konflik. Ia menyatakan bahwa operasi ini bertujuan untuk membersihkan militan, menghancurkan infrastruktur mereka, dan merebut wilayah yang luas untuk dijadikan zona keamanan Israel.

Di sisi lain, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan bahwa 53 orang tewas dalam serangan Israel pada hari Rabu, termasuk 19 anak-anak yang tewas dalam serangan di sebuah klinik PBB yang digunakan sebagai tempat penampungan pengungsi.

Israel mengklaim akan memfasilitasi kepergian sukarela warga Gaza. Namun, tindakan ini memperburuk situasi setelah perjanjian gencatan senjata yang sebagian besar menghentikan pertempuran pada bulan Januari.

Rekaman video menunjukkan adegan mengerikan setelah serangan, dengan darah membanjiri lantai dan petugas penyelamat mengangkat mayat-mayat. Di Khan Younis, seorang saksi mata menceritakan bagaimana seorang tetangga tewas bersama bayinya yang berusia tiga bulan.

Kelompok Israel yang mewakili keluarga sandera yang ditahan di Gaza menyatakan ngeri dengan pengumuman ekspansi operasi militer. Mereka mempertanyakan apakah pemerintah telah memutuskan untuk mengorbankan para sandera demi keuntungan teritorial.

Katz tidak memberikan rincian tentang seberapa banyak tanah yang ingin direbut Israel atau apakah tindakan tersebut merupakan aneksasi wilayah secara permanen. Israel mengklaim bahwa klinik yang diserang adalah pusat komando dan kendali Hamas, dan militer telah menggunakan pengawasan untuk mengurangi risiko bagi warga sipil.

Sebelumnya, militer Israel telah mengeluarkan peringatan evakuasi kepada warga Gaza yang tinggal di beberapa distrik selatan. Beberapa pihak mengklaim bahwa Israel semakin giat mengusir warga Gaza setelah mendapat dukungan dari Presiden AS, yang menyerukan evakuasi permanen dan pembangunan resor pantai di bawah kendali Washington.

Seorang warga Palestina di Gaza menyatakan kekhawatirannya bahwa Israel tidak akan menghentikan perang sampai mereka mengungsi. Radio Palestina melaporkan bahwa wilayah di sekitar Rafah hampir sepenuhnya kosong setelah perintah evakuasi.

Pengamat meyakini bahwa operasi yang diperluas ini merupakan strategi Israel untuk meningkatkan tekanan sipil terhadap para pemimpin Hamas. Seiring meningkatnya operasi di Gaza, Israel juga telah menyerang target di Lebanon selatan dan Suriah.

Sejak Israel melanjutkan operasi militer, setidaknya 1.042 orang telah tewas di Gaza.

Tabel Korban:

Tanggal Jumlah Korban Keterangan
3 April 2025 53 Serangan Israel di Gaza
Sejak Operasi Dimulai 1042+ Total korban jiwa

Situasi kemanusiaan di Gaza semakin memburuk dengan adanya eskalasi konflik ini.

Itulah pembahasan mengenai gaza dalam genggaman israel tingkatkan cengkeraman israel mengklaim kendali masa depan gaza di ujung tanduk gaza di bawah bayangbayang israel babak baru konflik dimulai dunia menahan napas israel bergerak semakin dalam ke gaza dominasi israel di gaza pertanda apa bagi yang sudah saya paparkan dalam konflik israel-palestina, gaza, politik internasional Siapa tau ini jadi manfaat untuk kalian tetap semangat belajar dan jaga kebugaran fisik. silakan share ke rekan-rekan. semoga artikel berikutnya bermanfaat. Terima kasih.

© Copyright 2024 - Kabar berita
Added Successfully

Type above and press Enter to search.

Close Ads